Merdeka45 News| Solok – Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, menegaskan bahwa keberhasilan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis di Aula Gedung C Kantor Bupati Solok, Kamis (4/6/2026). Rapat koordinasi mengusung tema “Membangun Kolaborasi dan Sinergi dalam Mendukung Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Solok” dan diikuti oleh berbagai unsur pemerintah, Badan Gizi Nasional, mitra yayasan, serta pemangku kepentingan terkait. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KPPG Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Dr. Syartiwidya, S.TP., M.Si., Ketua HMP Gemas Sumbar H. Marlis, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Solok, para Kepala OPD dan Kepala Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, para Camat se-Kabupaten Solok, Kepala Regional BGN Sumatera Barat, Koordinator Wilayah Nasional BGN, Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) se-Kabupaten Solok, serta jajaran pimpinan dan perwakilan mitra yayasan. Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar penyediaan makanan bagi penerima manfaat, melainkan bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan. “Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi juga merupakan upaya strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan dukungan, komitmen, serta sinergi dari seluruh pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Jon Firman Pandu. Bupati Solok juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional, satuan pelayanan program gizi, mitra yayasan, hingga seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program. Ia menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada masyarakat penerima manfaat, tetapi juga dari terbangunnya sistem yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Dengan kolaborasi yang baik, manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan maupun pendidikan,” tegasnya. Rapat koordinasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai masukan dan gagasan disampaikan peserta guna memastikan kesiapan pelaksanaan program di lapangan, mulai dari aspek koordinasi, penyediaan layanan, hingga penguatan peran mitra dalam mendukung keberlanjutan program. Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok berharap terbangun kesamaan persepsi dan langkah strategis seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas. TIMMN45 Post navigation Komitmen Transparansi Menguat, Pemkab Solok Ikuti Launching Monev KIP Tahun 2026