Merdeka45 News| JAKARTA, 21 JULI 2026 – Kayla Lubna Jamil binti Asep Jamaludin harus bertahan dalam keadaan tidak sadar selama tiga hari penuh, mulai dari Jumat sore hingga Selasa pukul 02.00 WIB. Selama masa menunggu, ia dirawat di Ruang Isolasi Lantai 3 RS Cengkareng, dan menjadi satu-satunya pasien anak yang masih berusia kanak-kanak yang berada di ruangan tersebut saat itu. Pihak medis sempat memberikan dua pilihan rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas sesuai kebutuhan pasien, yaitu RS Cipto Mangunkusumo dan RS Harapan Kita. Namun, upaya pemindahan terkendala ketersediaan tempat. “Rumah sakit rujukan masih penuh, Pak,” ujar salah satu dokter yang menangani pasien saat menjelaskan situasi kepada keluarga. Orang tua pasien menceritakan kekhawatirannya yang mendalam melihat kondisi anaknya yang menderita gangguan organ vital tersebut. “Anak saya ginjalnya kena, Pak. Kata dokter suruh segera diurus ke rumah sakit rujukan dengan alat-alat yang lengkap. Kalau di sini hanya untuk penanganan ginjal orang dewasa. Kalau rumah sakit rujukan, itu alat-alatnya lengkap, Pak,” ujarnya dengan nada cemas. Selama menunggu, kesedihan yang dialami keluarga juga menarik perhatian orang lain di lingkungan rumah sakit. Salah satu pengunjung yang merasa iba melihat keadaan pasien memberikan arahan kepada keluarga untuk mencoba meminta bantuan kepada anggota dewan, yang dinilai mampu membantu memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Kabar menggembirakan, hingga berita ini diturunkan, pasien sudah resmi mendapatkan tempat perawatan di RS Harapan Kita. “Alhamdulillah, anak kami sudah mendapatkan rumah sakit rujukan di RS Harapan Kita. Saya memohon kepada semua pembaca untuk mendoakan kesembuhannya,” ujar orang tua pasien dengan harap yang tinggi saat dimintai keterangan wartawan. Keluarga mengaku sangat tertekan selama tiga hari menunggu, namun kini merasa lega setelah anaknya bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat sesuai kebutuhannya. Kasus ini kembali menyoroti persoalan ketersediaan fasilitas kesehatan dan aliran rujukan pasien, khususnya bagi anak, di wilayah Jakarta. Pihak berwenang maupun pengelola layanan kesehatan diharapkan dapat segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak menimpa pasien lain yang membutuhkan penanganan segera. Rep : Asep Jamaludin Post navigation Pisah Sambut Kapolres OKU, Dihadiri Bupati OKU dan Wabup OKU Serta Perkuat Kolaborasi Forkopimda