Nasional

Mushollah Nurul-Bayan Gelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Dapat Antusiasme Jamaah dan RW 008 Jelambar

×

Mushollah Nurul-Bayan Gelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Dapat Antusiasme Jamaah dan RW 008 Jelambar

Share this article

Merdeka45 News| Jakarta – Pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2026, yang bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Mushollah Nurul-Bayan yang berada di wilayah RW 008 Jelambar menyelenggarakan sholat Idul Fitri yang mendapat antusias tinggi dari jamaah serta warga RW setempat. Pemerintah telah resmi menetapkan tanggal Idul Fitri tahun ini melalui Sidang Isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026), setelah mempertimbangkan hasil hisab dan tidak adanya laporan hilal terlihat di seluruh wilayah Indonesia, sehingga bulan Ramadhan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari.

Setelah melaksanakan sholat bersama, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustdz Erwin, yang isi pesannya sangat menyentuh hati seluruh hadirin.

Dalam acara tersebut, pihak panitia menyampaikan ucapan syukur atas nikmat iman, agama Islam, serta kesehatan dan umur panjang yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Panitia menyatakan telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, berkat dukungan penuh dari seluruh jamaah dan masyarakat RW 008 Jelambar, dengan mengajak semua hadirin untuk bangkit bersama dalam kebaikan.

Sambutan khusus disampaikan oleh Ketua Panitia, Bapak Mad Soleh, yang menekankan pentingnya kesatuan umat Muslim dalam menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idul Fitri. “Nikmat yang kita terima tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan harus kita sebarkan kepada sesama saudara kita yang membutuhkan,” ucap Bapak Mad Soleh. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota panitia, pengurus mushollah, serta masyarakat RW 008 Jelambar yang telah bekerja sama serta mendukung kegiatan yang diselenggarakan.

Ceramah yang disampaikan Ustdz Erwin menyentuh berbagai aspek kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan. Pesan utamanya mengenai makna sebenarnya dari ibadah puasa dan Idul Fitri mampu menyentuh hati jamaah, banyak yang tampak terpengaruh dan merenungkan pesan yang disampaikan.

Dalam amanahnya yang juga menjadi bagian dari pesan ceramah, disampaikan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan makan dan minum semata, melainkan juga mengendalikan seluruh anggota badan dari perkara yang tidak diperbolehkan. Mulai dari tangan yang tidak boleh melakukan kejahatan, kaki yang tidak boleh melangkah ke tempat maksiat, mulut yang tidak boleh menyakiti atau memecah belah persaudaraan Muslim, hingga mata yang harus menghindari melihat hal yang haram.

“Dikatakan dalam hadis, orang yang benar-benar meraih keberkahan Idul Fitri bukanlah mereka yang hanya dikenakan pakaian baru atau menikmati makanan lezat, melainkan mereka yang benar-benar menghadapkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Ustdz Erwin dalam ceramahnya.

Sambutan dan ceramah juga menyentuh tentang pentingnya mengalahkan hawa nafsu dan sifat sombong melalui puasa. Dijelaskan bahwa bahkan hawa nafsu yang dianggap sulit dikendalikan pun akan tunduk ketika mengalami lapar dan haus, sebagaimana cerita tentang penciptaan hawa nafsu yang akhirnya mengakui Allah sebagai Tuhannya setelah melalui ujian panjang.

“Kita harus bertanya pada diri sendiri, pantaskah kita mendapatkan gelar ‘Fitri’ jika puasa kita tidak membawa perubahan baik, baik dalam perbuatan, perkataan, maupun hati nurani kita?” tegas Ustdz Erwin.

Diharapkan dengan puasa dan semangat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang dirasakan bersama, serta pesan ceramah yang menyentuh hati, seluruh umat Muslim di wilayah RW 008 Jelambar dan sekitarnya dapat mengalahkan tujuh sifat negatif yang termasuk dalam hawa nafsu, seperti takabur, sehingga dapat menjadi pribadi yang positif, berbuat baik, dan mendapatkan Husnul Khotimah. Acara ditutup dengan doa serta pemberian sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, beserta lafal takbir, tahmid, dan syahadat.

Yayan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *