Kota Solok| Merdeka45 News – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat melalui Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) melaksanakan pemantauan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 2 Solok. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai pedoman, mengedepankan pendidikan yang ramah, aman, serta berfokus pada pembentukan karakter peserta didik baru. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (16/7/2026). Tim Monev Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar yang terdiri dari Yuniandra, SKM, Nur Alam (Tim Aset), dan Renny, S.Pd., hadir melakukan monitoring secara langsung. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kasubbag Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Riko Fernanda, S.Pd., M.Pd., bersama Yenti. Riko Fernanda menyambut baik kedatangan Tim Monev di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III dan berharap kegiatan ini dapat memberikan masukan positif bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah, khususnya SMKN 2 Solok. Kehadiran tim disambut oleh Kepala SMKN 2 Solok, Afrikal, S.Pd., beserta jajaran guru dan panitia MPLS. Tim meninjau pelaksanaan kegiatan MPLS serta penerapan budaya sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Dalam arahannya, Tim Monev menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik baru. Nilai disiplin, integritas, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian, serta sikap saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya sekolah sejak hari pertama. Tim juga mengapresiasi pelaksanaan MPLS di SMKN 2 Solok yang berlangsung tertib, edukatif, dan bebas dari praktik perundungan maupun tindakan yang tidak mendidik. Pendekatan yang diterapkan sekolah dinilai telah sesuai dengan semangat MPLS Ramah yang dicanangkan pemerintah. Yuniandra, SKM, menambahkan bahwa kunjungan Tim Monev tidak hanya bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan MPLS, tetapi juga menjadi wadah untuk berdiskusi secara langsung dengan pihak sekolah. Menurutnya, tim membuka ruang bagi sekolah untuk menyampaikan berbagai masukan, kendala, serta keluhan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan. “Kami tidak hanya datang untuk melakukan monitoring dan evaluasi, tetapi juga berdiskusi dan mendengarkan berbagai aspirasi dari pihak sekolah. Berbagai masukan dan kendala yang disampaikan SMKN 2 Solok akan menjadi bahan evaluasi dan kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Yuniandra. Kepala SMKN 2 Solok, Afrikal, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, kehadiran tim menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Afrikal mengatakan, MPLS di SMKN 2 Solok tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai-nilai karakter, disiplin, tanggung jawab, integritas, serta budaya positif kepada seluruh peserta didik baru. “Melalui MPLS Ramah, kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Harapan kami, seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, memahami budaya sekolah, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Afrikal. Pada kesempatan tersebut, Afrikal juga menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kejuruan. Menurutnya, tantangan tidak hanya terdapat pada proses pembelajaran teori, tetapi juga pada pelaksanaan praktik yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Ia menjelaskan, keterbatasan pendanaan masih menjadi salah satu persoalan utama dalam pengembangan SMK. Kebutuhan pembaruan peralatan praktik, pemeliharaan fasilitas, serta penyediaan bahan praktik memerlukan dukungan anggaran yang lebih memadai agar pembelajaran dapat mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Afrikal berharap melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, berbagai kondisi riil yang dihadapi sekolah dapat menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sehingga pengembangan pendidikan vokasi dapat terus ditingkatkan. Selama kegiatan MPLS, peserta didik baru memperoleh berbagai materi, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya kerja di sekolah kejuruan, wawasan kebangsaan, literasi digital, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga pengenalan program keahlian yang tersedia di SMKN 2 Solok. Selain itu, siswa baru juga dikenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi sekolah sebagai wadah untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, serta jiwa kepemimpinan. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat berharap pelaksanaan MPLS di seluruh satuan pendidikan semakin berkualitas dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan zaman. (TIMMN45) Post navigation Menuju Tingkat Provinsi, Radhiatul Hasanah Buktikan Prestasi di OSK Bidang Ekonomi Polemik Kadishub Karawang, Praktisi Hukum: Pejabat Publik Tak Cukup Hanya Lolos dari Jerat Pidana, Etika dan Moral Juga Dipertaruhkan