Merdeka45 News| OKI – Situasi di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memanas pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB setelah beredar informasi mengenai penangkapan seorang warga yang diduga berkaitan dengan aktivitas jual beli buah sawit di kawasan PT BCP Lempuing. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, rekaman video, serta sejumlah pemberitaan yang beredar, peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi kericuhan. Dalam beberapa video yang beredar terdengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api, sementara warga terlihat berlarian dan berusaha menyelamatkan diri. Menurut keterangan warga, sedikitnya tiga orang dilaporkan mengalami luka tembak. Salah satu korban berinisial K alias MU disebut mengalami luka pada bagian paha. Korban lainnya berinisial S dikabarkan mengalami luka tembak di bagian perut saat berada di lokasi kejadian. Sementara seorang korban lainnya juga dilaporkan mengalami luka tembak, namun identitas dan lokasi lukanya hingga kini belum diketahui secara pasti. Informasi yang diperoleh menyebutkan para korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini para korban. Warga menyebut korban yang dikabarkan meninggal dunia berinisial A, berasal dari Desa Sodong. Sementara korban luka berinisial S diketahui berasal dari Desa Macang, namun telah lama menetap di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing. Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, kericuhan diduga bermula saat petugas gabungan mendatangi lokasi penampungan buah sawit dan melakukan penangkapan terhadap seorang warga yang diduga terkait aktivitas di kawasan perkebunan. Petugas juga disebut hendak mengamankan kendaraan yang diduga berkaitan dengan proses penyelidikan. Langkah tersebut, menurut sejumlah warga, mendapat penolakan dari pihak keluarga sehingga memicu ketegangan di lokasi. Aksi saling dorong antara warga dan petugas pun dilaporkan terjadi. Beberapa saksi mengaku mendengar beberapa kali suara tembakan ketika situasi mulai tidak terkendali. Namun hingga kini belum dapat dipastikan penyebab para korban mengalami luka tembak maupun dari mana asal tembakan tersebut. Informasi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang. Kericuhan kemudian memicu kemarahan sebagian warga. Massa dilaporkan bergerak menuju area PT BCP Lempuing untuk meminta penjelasan terkait insiden tersebut. Dalam perkembangan berikutnya terjadi aksi perusakan dan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas perusahaan. Dalam insiden itu, seorang warga yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa setempat dilaporkan tersengat aliran listrik saat kebakaran terjadi di salah satu bangunan mess perusahaan. Korban mengalami luka bakar serius dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Sejumlah pihak menduga peristiwa tersebut juga berkaitan dengan sengketa lahan yang hingga kini belum memperoleh kepastian hukum. Kondisi tersebut disebut memicu sebagian warga melakukan pemanenan sawit secara mandiri di area yang menjadi objek sengketa. Namun informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PT BCP Lempuing, kepolisian, TNI, maupun instansi terkait mengenai kronologi lengkap kejadian, jumlah korban, serta dasar tindakan yang dilakukan di lapangan. Tim media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang dan akurat. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah adanya keterangan resmi dari pihak berwenang. Bakri Post navigation SUMATERA BARAT PASAMAN BARAT DUGAAN PENYELEWENGAN DANA LELANG PASAR NAGARI JORONG PADANG TUJUH DIDUGA KUAT ADA UNSUR KORUPSI PEDAGANG MINTA TRANPARASI DARI PEMERINTAHAN NAGARI AUA KUNIANG