Merdeka45 News| PEMALANG – Tradisi sedekah bumi kembali digelar Pemerintah Desa Widodaren bersama masyarakat Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung meriah dengan rangkaian acara bersih desa, selamatan tumpengan hingga pagelaran wayang kulit.

Kegiatan dimulai sejak pagi dengan bersih desa melalui kerja bakti membersihkan makam-makam sesepuh desa. Kemudian pada sore harinya masyarakat menggelar selamatan tumpengan sebagai bentuk rasa syukur.

Puncak acara berlangsung malam hari dengan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang Ki Bambang Rujito dengan lakon ‘Parikesit’.

Kepala Desa Widodaren, Nasikin, mengatakan tradisi sedekah bumi menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa masyarakat agar hasil pertanian warga terhindar dari serangan hama.

“Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan sedekah bumi ini sebagai rasa syukur dan doa dari masyarakat Desa Widodaren agar mayoritas penduduknya yang berprofesi sebagai petani itu tanamannya dijauhkan dari hama. Jadi agar tanaman (padi) ini sukses. Jauh dari hama dan bisa menghasilkan hasil yang maksimal, seperti yang diharapkan oleh pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan,” kata Nasikin saat ditemui di sela pagelaran wayang kulit, Jumat (15/5/2026).

Selain sebagai ungkapan syukur, pagelaran wayang kulit digelar untuk menjaga kelestarian budaya tradisional Jawa. Nasikin berharap para seniman dan pelaku seni wayang kulit terus mendapat perhatian agar kesenian tradisional tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

“Kawan-kawan yang berkecimpung di budaya wayang kulit ini dapat diperhatikan. Sehingga jasa untuk mempertahankan budaya ini dapat kita hargai,” cetusnya.

Selanjutnya, Nasikin menjelaskan bahwa hasil panen padi musim tanam pertama di Desa Widodaren masih tergolong baik. Menurutnya, rata-rata produksi padi warga mencapai 5,5 hingga 6 ton per hektar.

“Untuk Widodaren, hasil panen musim ini kategori sedang. Jadi kalau sukses sekali, juga kita karena musim tanam pertama, (bersamaan) musim hujan ini biasanya 1 hektar, itu paling 6 ton. Dan rata-rata, alhamdulillah ya hasil kita 6 ton atau 5,5 ton yang satu hektar. Sehingga masih cukup baik,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan panen tersebut didukung pola tanam yang tepat sehingga tanaman padi warga terhindar dari gagal panen.

“Karena pola tanam kita alhamdulillah tepat untuk tahun ini. Sehingga tidak ada fluk, alhamdulillah selamat,” pungkasnya.

Eddy

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *