
Solok. Merdeka45News. Com – Wakil Bupati Solok H. Candra menyoroti kasus penemuan bayi perempuan yang ditemukan dalam kondisi terlantar di wilayah Kecamatan Lembang Jaya. Ia menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memperketat pengawasan terhadap generasi muda agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hal tersebut disampaikan Wabup saat membesuk bayi perempuan tersebut di Puskesmas Bukit Sileh, Sabtu (7/3/2026). Bayi yang ditemukan warga beberapa waktu lalu itu saat ini tengah mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan setempat.
Dalam kunjungan tersebut, H. Candra hadir bersama istrinya Ny. Lian Octavia Candra usai melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Nagari Kampung Batu Dalam. Kehadiran mereka menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi bayi yang sempat ditemukan dalam keadaan terlantar tersebut.
Suasana haru terasa ketika Ny. Lian Octavia Candra menggendong bayi perempuan mungil itu. Bayi yang terlihat sehat tersebut tampak tenang dan sesekali tersenyum saat berada dalam pelukan hangat.
Wabup H. Candra menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang terjadi. Menurutnya, setiap anak yang lahir ke dunia memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang, perlindungan serta masa depan yang layak.
“Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dilindungi bersama. Karena itu pengawasan dari keluarga dan lingkungan sangat penting agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar H. Candra.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra, Tasman Putra. Ia menyampaikan niatnya untuk mengadopsi bayi perempuan tersebut dan siap menjadi orang tua angkat bagi sang bayi.
Saat digendong oleh Tasman Putra, bayi itu terlihat membuka matanya dan tersenyum manis.
Momen tersebut menambah suasana haru dalam kunjungan tersebut.
Menanggapi niat tersebut, Wakil Bupati H. Candra menyambut baik rencana Tasman Putra untuk mengasuh bayi tersebut. Namun ia menegaskan bahwa proses pengangkatan anak harus tetap mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku melalui Dinas Sosial.
Sementara itu, awak media Halilintar dari Expos Sumbar menilai peristiwa bayi terlantar ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. Menurutnya, berbagai faktor bisa saja melatarbelakangi kejadian tersebut, seperti kurangnya pengawasan orang tua dan mamak (paman), pergaulan remaja yang tidak terkontrol, longgarnya kontrol sosial di nagari, hingga penggunaan telepon genggam dan media sosial yang tidak terawasi.
Saat ini kondisi bayi dilaporkan dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan perawatan dari tenaga medis di Puskesmas Bukit Sileh.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama instansi terkait juga akan terus memantau perkembangan bayi tersebut serta memastikan setiap proses penanganan, termasuk rencana pengasuhan atau adopsi, berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
TIMMN45.











