Nasional

Pemkab Solok dan Pemprov Sumbar Perkuat Penanganan Pascabanjir di Saniangbaka Kabupaten

×

Pemkab Solok dan Pemprov Sumbar Perkuat Penanganan Pascabanjir di Saniangbaka Kabupaten

Share this article

Solok| Merdeka45 News — Pemerintah Kabupaten Solok bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat penanganan pascabencana banjir dan galodo yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok.

Upaya tersebut ditandai dengan peninjauan langsung Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S.KM, M.KM, ke lokasi terdampak banjir di Nagari Saniangbaka dan Banda Tangah, Kamis (15/01/2026).

Peninjauan lapangan dilakukan di Nagari Saniangbaka serta Banda Tangah, wilayah perbatasan antara Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan.
Kawasan ini sebelumnya terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi, diperparah oleh tersumbatnya aliran sungai dan saluran air di bawah badan jalan.

Mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati H. Candra menjelaskan bahwa pemasangan batu bronjong di beberapa titik sungai telah memberikan dampak positif dalam menahan laju banjir dan galodo. Namun demikian, masih terdapat persoalan serius yang perlu segera ditangani, terutama pada saluran air atau polongan yang tersumbat material kayu berukuran besar.

“Pada saat banjir, material bahkan mencapai ketinggian badan jalan. Jika sumbatan ini tidak segera dibersihkan, aliran air akan terus terhambat dan berpotensi merusak badan jalan,” ujar Wabup Candra di sela peninjauan.

Ia menambahkan, kegiatan peninjauan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan secara optimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

“Beberapa sungai sudah dilakukan normalisasi serta pemasangan batu bronjong. Ini menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, membenarkan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya banjir di lokasi tersebut adalah tersumbatnya polongan air di bawah badan jalan.

“Karena polongan tersumbat, air meluap ke badan jalan. Ini akan segera kita tindak lanjuti. Kami telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR, dan hari ini juga tim akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan,” jelas Arry Yuswandi.

Ia juga menyampaikan bahwa sumbatan berupa batang pohon kelapa dan material lainnya akan segera dibersihkan agar aliran air kembali normal serta akses jalan masyarakat tetap aman dan terjaga.

Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Bupati Solok menegaskan bahwa selain penanganan infrastruktur, Pemkab Solok bersama Pemprov Sumbar juga memprioritaskan pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana.

“Kami bersama Dinas Pertanian Provinsi telah melakukan langkah awal rehabilitasi lahan pertanian terdampak. InsyaaAllah pelaksanaannya segera dimulai. Untuk Kabupaten Solok, terdapat sekitar 1.247 hektare lahan sawah yang akan direhabilitasi,” pungkas Wabup Candra.

TIMMN45.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *