Merdeka45 News| BEKASI – Jembatan bendungan yang menjadi penghubung utama antara Desa Pantaimakmur dan Desa Sagara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dilaporkan dalam kondisi kritis. Struktur jembatan tampak rapuh dan dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu, sehingga mengancam keselamatan warga serta pengguna jalan.
Kerusakan jembatan diduga dipicu oleh intensitas kendaraan bertonase berat yang melintas melebihi kapasitas. Dalam beberapa waktu terakhir, arus kendaraan pengangkut material bangunan meningkat, memperparah kondisi konstruksi jembatan.
Kepala Dusun Pantaimakmur, H. Madinah yang akrab disapa Kadus Antel, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan. Hasil pengecekan langsung ke bagian bawah jembatan menunjukkan banyak besi penyangga mengalami keropos dan patah.
“Sekarang jembatan terasa goyang setiap dilewati kendaraan. Saat saya cek ke bawah, besi penyangganya banyak yang sudah rusak. Kalau dibiarkan, sangat berisiko ambruk dan membahayakan warga,” ujar Kadus Antel.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai akses utama masyarakat dua desa, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan darurat. Selain itu, jembatan juga menjadi jalur penting menuju kawasan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
Kadus Antel menambahkan, jembatan bendungan itu sebelumnya dibangun dengan dukungan dari pihak PLTGU, termasuk pengecoran jalan akses. Namun melihat kondisi terkini, diperlukan penanganan serius dan menyeluruh dari pemerintah daerah.
Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait segera melakukan inspeksi teknis, serta memberlakukan pembatasan kendaraan berat yang melintas sebelum dilakukan perbaikan atau pembangunan ulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak pengelola PLTGU terkait langkah penanganan jembatan tersebut.
ZP/ ZM











