Nasional

Heboh! Dapur MBG Diduga Langgar Standar Kesehatan

×

Heboh! Dapur MBG Diduga Langgar Standar Kesehatan

Share this article

Merdeka45 News| Tanah Datar, Sumatera Barat  – Dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanah Datar menjadi sorotan publik setelah peninjauan lapangan mengungkap dugaan ketidaksesuaian dengan juknis dan standar kesehatan. Masyarakat mulai mempertanyakan bagaimana kualitas makanan untuk siswa tetap terjamin ketika dapur yang seharusnya menjadi tempat pengolahan makanan bergizi justru berada di lokasi yang berpotensi mencemari.

Dapur MBG milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berkah Nusantara berada di Jorong Balai Janggo, Nagari Pagaruyung. Lokasinya berdempetan dengan toko pakan ternak dan salon kucing di lantai atas, sehingga memunculkan kekhawatiran akan kebersihan dan higienitas makanan yang diproduksi untuk anak sekolah.

Tim yang meninjau lokasi menemukan sekitar lima ekor anjing tidur di area masuk dapur. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan potensi kontaminasi silang terhadap makanan yang disiapkan. Luas dapur diduga kurang dari 150 m², sehingga tidak memenuhi standar minimal bangunan dan tata letak yang seharusnya diterapkan untuk dapur MBG.

Seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari persiapan, memasak, hingga pemorsian dilakukan dalam satu ruangan yang sama. Hal ini bertentangan dengan prinsip higienitas yang menuntut pemisahan area agar makanan tetap bersih dan aman. Selain itu, fasilitas cuci tidak memadai dan lantai dapur belum dilapisi epoksi, yang seharusnya digunakan untuk mempermudah pembersihan dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Sistem pengelolaan limbah masih belum jelas, sementara sumber air berada dekat dengan fasilitas hewan, meningkatkan risiko kontaminasi. Kondisi ini menjadi sorotan karena sangat berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak yang menerima makanan dari program MBG.

Pemilik dapur, DN, membantah dugaan tersebut. Ia menyatakan dapur sudah memenuhi syarat dan hanya menunggu pencairan dana untuk memulai operasional. Namun informasi masyarakat menyebut pemilik sebenarnya bernama Resky, salah satu SPPI dapur MBG, sehingga publik meminta klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Hingga kini, pemerintah daerah dan instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi. Masyarakat berharap temuan ini segera ditindaklanjuti agar kualitas dan keamanan makanan siswa tetap terjamin, dan program MBG bisa berjalan sesuai tujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah di Tanah Datar.

Beberapa pakar gizi dan kesehatan lingkungan menekankan pentingnya penerapan standar dapur MBG yang ketat. Menurut mereka, pemisahan area pengolahan, kebersihan fasilitas, dan pengelolaan limbah yang baik adalah hal mendasar yang tidak boleh diabaikan karena langsung berdampak pada kesehatan anak.

Warga setempat dan orang tua siswa meminta pemerintah daerah memberikan transparansi penuh terkait dapur MBG. Mereka menegaskan bahwa selain mencukupi kebutuhan gizi, keselamatan makanan harus menjadi prioritas utama sehingga program MBG benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko bagi anak-anak.

TIMMN45

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *