
JAKARTA(Merdeka45 News) – Pondok Pesantren (Ponpes) Fathurrobbaaniy Cisoka menggelar kegiatan pembentukan Ujian Amaliah Tadrus sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengamalan Al-Qur’an bagi para santri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Ponpes Fathurrobbaaniy Cisoka, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (31/01/2026).
Acara ini dihadiri oleh pengasuh pesantren, dewan asatidz, serta perwakilan santri. Pembentukan Ujian Amaliah Tadrus bertujuan untuk merumuskan konsep, mekanisme pelaksanaan, serta standar penilaian yang terarah dan sesuai dengan nilai-nilai kepesantrenan.
Dalam sambutannya, pengasuh Ponpes Fathurrobbaaniy Cisoka menyampaikan bahwa Ujian Amaliah Tadrus tidak semata-mata menilai kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, melainkan juga menekankan aspek adab, kedisiplinan, serta keikhlasan santri dalam bertadrus dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ustadz Willy menegaskan harapannya agar para santri Ponpes Fathurrobbaaniy Cisoka dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia. “Santri diharapkan mampu mengamalkan ilmunya, disiplin terhadap aturan pesantren, serta kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat dan tetap menjaga nilai-nilai agama,” ujarnya.
Kegiatan pembentukan ini diisi dengan diskusi dan musyawarah antara para asatidz. Berbagai masukan disampaikan terkait materi ujian, metode pelaksanaan, serta kriteria kelulusan santri. Hasil dari musyawarah tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman yang jelas, sistematis, dan berkelanjutan dalam pelaksanaan Ujian Amaliah Tadrus di masa mendatang.
Dengan dibentuknya Ujian Amaliah Tadrus ini, Ponpes Fathurrobbaaniy Cisoka berharap dapat mencetak santri yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ref: Yayan / Asep.











