Nasional

Wagub Vasko Launching Silek Tradisi di Sekolah, Generasi Muda Minang Didorong Berkarakter Adat

×

Wagub Vasko Launching Silek Tradisi di Sekolah, Generasi Muda Minang Didorong Berkarakter Adat

Share this article

Merdeka45 News| Kota Solok — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan Silek Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat. Kebijakan ini dilaunching langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, sebagai langkah strategis membangun karakter generasi muda yang berakar pada nilai adat dan budaya Minangkabau.

Launching program tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Sumbar dan diikuti secara daring oleh ribuan pelajar dari berbagai satuan pendidikan, jajaran Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), serta komunitas silek di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat, Sabtu (24/01/2026).

Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar mengajarkan bela diri kepada pelajar, melainkan sebagai instrumen pendidikan karakter, etika, dan jati diri generasi muda Minangkabau.

Ia menyebut kebijakan ini menandai pelaksanaan serentak ekstrakurikuler silek tradisi di seluruh daerah di Sumatera Barat.

“Hari ini kita tidak lagi berbicara wacana. Silek Tradisi Minangkabau resmi kita hadirkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ini adalah kebanggaan Ranah Minang yang harus kita hidupkan bersama,” tegas Vasko.

Menurutnya, silek tradisi Minangkabau mengandung nilai-nilai luhur adat, musyawarah, etika sosial, serta spiritualitas yang sejalan dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Melalui pendidikan formal, nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat sejak usia sekolah.
“Silek bukan hanya soal gerak fisik. Di dalamnya ada adab, ada etika, ada cara membangun hubungan sosial yang berakar pada budaya.

Inilah yang ingin kita wariskan kepada generasi muda Sumatera Barat,” ujarnya.

Vasko juga menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk mengembalikan kejayaan silek tradisi yang sempat tergerus perkembangan zaman. Ia berharap melalui generasi muda, silek Minangkabau kembali populer dan menjadi identitas kebanggaan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun ajaran baru Juli 2025, namun belum terstandarisasi. Saat ini, program tersebut telah didukung modul pembelajaran yang terstruktur dan seragam.

“Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler silek tradisi, pelaksanaannya sudah bisa berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat,” jelas Habibul.

Ia menambahkan, ekstrakurikuler silek tradisi terintegrasi dengan program wajib lainnya di sekolah seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal dan spiritual.
Kegiatan launching ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumbar Muhidi, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, jajaran pimpinan OPD terkait, pengurus IPSI provinsi dan kabupaten/kota, serta para tuo-tuo silek se-Sumatera Barat.

TIMMN45

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *