Nasional

Nagari Pangian Jadi Pusat Kreativitas dan Digitalisasi

×

Nagari Pangian Jadi Pusat Kreativitas dan Digitalisasi

Share this article

Merdeka45News| Sumatera Barat, Tanah Datar — Nagari Pangian di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, bersiap menjadi pusat inovasi dan kreativitas di daerah tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemkab Tanah Datar menetapkan Nagari Pangian sebagai pilot project Nagari Creative Hub (NCH), program yang memadukan kreativitas, digitalisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi pembangunan NCH di Aula Bappedalitbang Pagaruyung, Senin (10/11). Pertemuan dihadiri Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Kabid Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas PMD Provinsi Sumatera Barat Mardianur, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Mardianur menjelaskan bahwa NCH bertujuan menciptakan ruang inovasi bagi masyarakat untuk mengembangkan produk unggulan lokal, memperkuat digitalisasi, dan memperluas pemasaran hingga tingkat nasional maupun internasional. “Dukungan 17 perangkat daerah akan terlibat, termasuk Dinas Kominfotik yang menyediakan internet gratis dan Lapau Nagari sebagai etalase produk lokal, baik offline maupun online,” ujarnya.

Program ini tidak hanya fokus pada kreativitas, tetapi juga pada budaya dan sosial. Rencananya, NCH akan dilengkapi Medan Nan Bapaneh dan Medan Nan Balinduang, dua area terbuka untuk interaksi publik, diskusi, dan pengembangan ide-ide inovatif masyarakat.

Wakil Bupati Ahmad Fadly menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, program NCH selaras dengan semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. “Ini merupakan transformasi besar yang bisa menjadikan potensi nagari sebagai sumber pendapatan masyarakat,” ujarnya. Ahmad Fadly juga menekankan pentingnya digitalisasi untuk memperkuat daya saing produk lokal.

Wali Nagari Pangian Hijrah Adi Syukrial menyatakan rasa syukurnya atas terpilihnya nagari sebagai pilot project. Ia optimistis program ini akan membawa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. “Potensi kuliner, kerajinan, dan UMKM di nagari kami besar. Selama ini pemasaran terbatas secara lokal. Dengan NCH, kami yakin mampu menembus pasar lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Seluruh unsur nagari, termasuk KAN, BPRN, dan lembaga masyarakat, siap bersinergi menyukseskan program ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat nagari, NCH diharapkan menjadi model baru pengembangan ekonomi kreatif berbasis nagari sekaligus menjaga identitas budaya Minangkabau.

TIM45MN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *