MERDEKA45 NEWS| Pemalang – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melantik dan merotasi ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Acara pengambilan sumpah/janji digelar di Pendopo Kabupaten pada Jumat (2/1/2026).
Total 314 pejabat menjalani rotasi, terdiri dari 27 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, 264 pejabat administrasi, serta 23 kepala puskesmas. Rotasi ini bertujuan menyegarkan struktur birokrasi di berbagai tingkatan.
Salah satu pejabat yang dilantik adalah Unggul Budianto, atau akrab disapa Budi. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Pemalang.
Kini, Budi resmi menjabat Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Dishub yang kini berganti nama menjadi Dinas Perhubungan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman.
Penggabungan ini merupakan kebijakan di bawah kepemimpinan Bupati Anom Widiyantoro dan Wakil Bupati Nurkholes. Bidang Angkutan dan Bidang Lalu Lintas yang sebelumnya terpisah, kini juga disatukan untuk efisiensi pelayanan.
Menanggapi rotasi ini, Budi menyatakan kesiapannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Yang jelas kita sebagai ASN, itu harus siap dengan tugas yang ada, dan kita juga harus mengerjakan atau menyelesaikan tugas sebaik-baiknya,” ujar Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/1/2026).
Budi menekankan bahwa pelayanan publik harus tetap prima, khususnya di bidang LLAJ yang menangani berbagai permasalahan transportasi, seperti lampu lalu lintas (traffic light), RPJU (Rencana Penerangan Jalan Umum), dan angkutan umum. Menurutnya, penyelesaian masalah-masalah tersebut akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Itu semua permasalahan di transportasi, paling gak kita harus menangani step by step, tidak langsung semua secara frontal, tapi kita bertahap dulu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” terangnya.
Sebaliknya, jika penyelesaian dilakukan secara frontal, pihaknya justru khawatir akan memicu konflik di lapangan sehingga dapat menimbulkan dampak negatif.
“Karena kami khawatir kalau kita langsung frontal nanti ada konflik ya, konflik di lapangan itu malah nanti menjadikan hal yang tidak baik,” cetusnya.
Untuk itu, Budi berharap ada kerjasama yang baik dari awak media maupun masyarakat agar pihaknya dapat bekerja lebih optimal guna mewujudkan visi-misi Bupati Anom dan Wakil Bupati Nurkholes, yaitu Pemalang Bercahaya (Bersih, Cakap, Handal, Mulya) dan RHAPSODI (Resik, Hijau, Apik, Peduli, Silaturahmi, Organisatoris, Digitalisasi, Ikhlas).***
Penulis: Eddy











