Nasional

Sekda Medison Peringatkan Kepala Sekolah: Jangan Main Main Dengan Dana BOS

×

Sekda Medison Peringatkan Kepala Sekolah: Jangan Main Main Dengan Dana BOS

Share this article

Merdeka45 News| Solok – Peringatan keras disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si., kepada seluruh kepala sekolah agar tidak main-main dalam pengelolaan Dana BOS dan Dana Komite Sekolah. Pesan tegas ini diutarakannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Pengelolaan Dana BOS dan Dana Komite Sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Solok, di Gedung C Setda Kabupaten Solok, Arosuka, Senin (13/10/2025).

Dalam arahannya, Medison menegaskan bahwa dana pendidikan adalah amanah rakyat yang harus dikelola secara profesional dan akuntabel. “Dana BOS bukan dana pribadi. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada penyalahgunaan, konsekuensinya jelas dan bisa berujung hukum,” tegasnya di hadapan peserta bimtek.

Kegiatan yang digagas oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Solok ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat pengawasan dan meningkatkan kapasitas kepala sekolah serta bendahara sekolah agar lebih tertib dalam administrasi dan pelaporan keuangan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya integritas dalam setiap pengelolaan anggaran pendidikan.

Inspektur Daerah Kabupaten Solok, Deri Akmal, dalam laporannya menyebutkan bahwa bimtek ini merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring dan audit Inspektorat di beberapa sekolah. “Masih ada perbedaan pemahaman dan kesalahan prosedur dalam pengelolaan dana BOS. Karena itu, bimtek ini digelar agar tidak ada lagi kepala sekolah yang salah langkah,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh sekolah harus disiplin dalam pelaporan dan penggunaan dana agar tidak menimbulkan temuan di kemudian hari. “Sekolah yang tertib administrasi akan mudah melewati proses pemeriksaan. Sebaliknya, yang abai bisa menimbulkan masalah,” kata Deri menegaskan.

Sekda Medison juga mengingatkan agar kepala sekolah selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Inspektorat dalam setiap pengambilan keputusan keuangan. “Jangan bekerja sendiri tanpa dasar hukum yang jelas. Semua harus sesuai juknis dan peraturan. Sekolah adalah lembaga pendidikan, bukan tempat bereksperimen dalam keuangan,” pesannya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Ilban Julianjo dari BPKP Provinsi Sumatera Barat sebagai narasumber utama, serta dihadiri oleh Sekretaris Disdikpora Nila Kesumawati, perwakilan Dewan Pendidikan Kabupaten Solok, serta para kepala sekolah dan bendahara SMP se-Kabupaten Solok. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Salah seorang peserta mengaku sangat terbantu dengan kegiatan bimtek tersebut. “Kami jadi lebih memahami cara pelaporan yang sesuai aturan. Ini sangat penting agar tidak salah langkah dalam penggunaan dana,” ungkapnya. Pemerintah Kabupaten Solok berharap melalui kegiatan ini, setiap kepala sekolah dapat menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana pendidikan demi kemajuan mutu sekolah di daerah.

TIM45 MN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *