Merdeka45 News| Solok — Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat menindaklanjuti persoalan rawan kecelakaan di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, pasca kecelakaan tunggal yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy beberapa waktu lalu.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Solok langsung menggelar rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan guna membantu penyelesaian pelebaran jalan nasional di titik yang selama ini dikenal rawan kecelakaan tersebut.

Mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati Solok, H. Candra menegaskan bahwa pembentukan tim merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mempercepat penyelesaian persoalan yang telah berlangsung cukup lama.

“Kita sudah mengadakan rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan masyarakat di lokasi itu. Ini bagian dari upaya membantu balai jalan nasional dalam percepatan penyelesaian persoalan yang ada,” ujar Candra, Rabu (20/05/2026).

Menurutnya, proses pembebasan lahan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena berkaitan langsung dengan mekanisme penggunaan keuangan negara yang wajib mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku.

Saat ini, tim yang telah dibentuk tengah melakukan kajian serta konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna menentukan nilai ganti rugi lahan masyarakat secara objektif dan sesuai ketentuan hukum.

“Tentu ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui. Ini menyangkut uang negara sehingga semuanya harus sesuai aturan. Tim sedang bekerja melakukan kajian dan konsultasi terkait harga yang sesuai regulasi,” jelasnya.

Meski ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Balai Jalan Nasional karena berstatus jalan nasional, namun Pemerintah Kabupaten Solok tetap menunjukkan komitmen membantu percepatan penyelesaian atas dasar kemanusiaan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan.

“Atas nama kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan, kita siap membantu percepatan penyelesaian ini bersama pemerintah provinsi dan balai jalan nasional,” tegas Candra.

Sementara itu, sebagai langkah cepat sementara untuk meminimalisir risiko kecelakaan, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis ke lokasi sejak Selasa (19/05/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni, mengatakan pihaknya telah melakukan pemasangan lampu penerangan jalan dan road barrier di sekitar tikungan serta area jembatan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

“Kami sudah mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah cepat sementara agar titik tersebut lebih aman dilalui masyarakat,” ungkapnya.

Selain pemasangan fasilitas keselamatan sementara, Dishub Kabupaten Solok juga akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan rambu tambahan serta penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan Jembatan Kutianyie.

Diketahui, kawasan Jembatan Kutianyie selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Solok akibat tikungan tajam dan penyempitan badan jalan karena persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas.

Bahkan sebelum kecelakaan yang dialami Wagub Sumbar terjadi, dilaporkan juga beberapa kecelakaan lain terjadi di lokasi yang sama.

TIMMN

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *