Merdeka45 News| Solok – Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, turun langsung ke lokasi untuk memantau kegiatan normalisasi Batang Saniangbaka di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Selasa (6/1/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah cepat Pemerintah Kabupaten Solok dalam mengantisipasi banjir susulan yang berulang kali mengancam permukiman warga.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Candra didampingi Camat X Koto Singkarak Chrismon Darma, S.IP, Wali Nagari Saniangbaka Zulmasdiawarman, S.Pd, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Peninjauan difokuskan pada titik-titik rawan di sepanjang aliran sungai yang selama ini menjadi penyebab meluapnya air ke rumah-rumah warga.
Wabup Candra menjelaskan bahwa untuk penanganan sementara, Pemerintah Daerah telah melakukan pemasangan dumbag di sepanjang bantaran Batang Saniangbaka. Langkah ini bertujuan menahan limpasan air sungai saat debit meningkat akibat hujan deras.
“Untuk sementara yang bisa kita lakukan adalah pemasangan dumbag, agar air tidak masuk ke rumah warga,” ujar Wabup Candra di sela peninjauan.
Lebih lanjut, Wabup menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna, ST, MM, terkait kebutuhan dumbag. Dari hasil koordinasi tersebut, Kabupaten Solok memperoleh bantuan 1.000 kantong dumbag dari PT Semen Padang, meskipun hingga kini baru 260 kantong yang diterima.
“Kalau bisa yang 1.000 itu kita upayakan semuanya dapat dan segera disalurkan ke lokasi rawan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wabup Candra juga melakukan video call dengan Anggota DPR RI, Andre Rosiade, guna melaporkan kondisi terkini Batang Saniangbaka. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa sungai ini telah empat kali meluap, sehingga penanganan darurat perlu segera dilakukan sebelum pembangunan permanen dilaksanakan.
Wabup Candra turut memperlihatkan kondisi Gedung MTsN Muhammadiyah Saniangbaka yang roboh, yang direncanakan akan dibongkar melalui kerja sama dengan PT Adhi Karya. Selain itu, ia menegaskan pentingnya pemasangan baju bronjong di titik-titik rawan untuk mencegah material banjir kembali menumpuk dan mengancam badan jalan serta permukiman warga.
“Jika bronjong tidak segera dipasang, material banjir berpotensi naik kembali ke jalan dan rumah warga saat banjir berikutnya,” ungkap Wabup.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta, guna mempercepat penanganan Batang Saniangbaka secara permanen demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
TIM MN45











