Merdeka45 News| Solok – Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113, DR H. Amirsyah Tambunan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah,Majlis Waqaf dan Perbendaharaan sekaligus Sekretaris Jenderal MUI Pusat , menyerukan pentingnya sinergi antara dakwah dan gerakan waqaf untuk kemajuan umat. Acara ini berlangsung di CIBS Cupak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 26 Jumadil Awwal 1447 H / 16 November 2025, dihadiri oleh warga Muhammadiyah, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya dalam suasana penuh hikmat.
Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Afrizal Harun S.Ag, Ir. Ilham dari Majelis Waqaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok, Buya Darman BA beserta jajaran, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Solok, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Kabupaten Solok, perwakilan dari Kodim 0309 Solok, Wali Nagari Cupak, perwakilan BPN, KAN Cupak, Ikatan Keluarga Cupak, serta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Amirsyah menegaskan bahwa dakwah dan waqaf merupakan dua kekuatan inti dalam membangun peradaban Islam berkemajuan. “Dakwah bukan sekadar ceramah, tetapi menampilkan keteladanan dan aksi nyata. Waqaf adalah bekal sosial umat yang manfaatnya terus mengalir meski pewakaf meninggal dunia,” tegasnya.
Beliau mengajak warga Muhammadiyah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan dalam berjuang dan berdakwah. “Usia 113 tahun adalah momentum pembaruan (tajdid) bagi Muhammadiyah. Kita harus melanjutkan gerakan pencerahan dengan konsep dakwah yang adaptif dan solutif,” ungkapnya.
Amirsyah juga menekankan pentingnya waqaf produktif dalam memberdayakan umat. Menurutnya, pengelolaan waqaf harus dilakukan secara modern dan profesional untuk memberi dampak ekonomi dan sosial yang nyata. “Waqaf itu bukan hanya amal sedekah, tapi investasi dunia dan akhirat. Dengan waqaf, kita mengukir jejak kebaikan tanpa batas waktu,” ujarnya.
Dalam konteks spiritual, beliau mengutip Surah Al-Baqarah ayat 110:
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan untuk dirimu, kamu akan mendapat balasannya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi dasar bahwa setiap amal, termasuk waqaf, akan mendapat balasan sempurna dari Allah SWT.
Selain itu, beliau memberikan perhatian pada peran seorang da’i, termasuk anggota Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM), yang bukan hanya menyampaikan kata-kata, tetapi juga menjadi teladan. “Seorang da’i harus menyeru dengan hikmah, akhlak, dan kepedulian. Dakwah yang sejati adalah menyentuh hati, bukan hanya menyampaikan informasi,” jelasnya.
Dalam momentum Milad ini, Amirsyah juga menegaskan kembali bahwa dakwah dan waqaf bukan sekadar dua aktivitas terpisah, melainkan dua pilar utama dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan. Dakwah adalah gerakan pencerahan spiritual yang memperkuat iman dan akhlak, sementara waqaf menjadi manifestasi sosial ekonomi dakwah yang berkelanjutan, memberikan akses pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi umat.
Ia mengingatkan bahwa gerakan waqaf dalam Muhammadiyah telah lama berkembang dalam bentuk aset pendidikan, rumah sakit, dan pusat layanan sosial lainnya. “Jika dakwah adalah ruh, maka waqaf adalah raga dari gerakan Islam berkemajuan. Keduanya saling melengkapi, menguatkan, dan menjadi jalan menuju kejayaan umat,” sebutnya penuh semangat.
Amirsyah berharap seluruh warga Muhammadiyah, termasuk anggota KMM, semakin menyadari amanah besar dakwah dan waqaf ini. “Mari kita hadir sebagai pelopor gerakan dakwah yang membawa pencerahan sekaligus sebagai penggerak waqaf yang memberi manfaat nyata. Dengan sinergi keduanya, insya Allah, Muhammadiyah akan terus menjadi mercusuar peradaban Islam dunia,” tutupnya.
TIMMN45











