Merdeka45 News| Solok — Offroad Balanyah 2 di kawasan Landok, Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Selasa (24/3/2026), tampil sebagai ajang ekstrem yang tak hanya mengandalkan kekuatan mesin, tetapi juga menguji ketahanan mental dan soliditas tim para peserta.
Sejak awal lintasan, panitia sudah “menghidangkan” medan yang tidak bersahabat. Kubangan lumpur dalam, tanjakan licin, hingga jalur sempit di pematang sawah menjadi rintangan yang harus ditaklukkan dengan teknik dan pengalaman. Sedikit saja kehilangan kendali, kendaraan bisa terperosok bahkan terguling.
Atmosfer di lokasi berlangsung dinamis dan penuh tekanan. Raungan mesin kendaraan berpadu dengan sorakan penonton yang memadati sisi lintasan. Setiap peserta dipaksa berpacu dengan waktu sekaligus melawan kondisi medan yang berubah-ubah.
Namun demikian, di balik ketatnya persaingan, nilai kebersamaan justru menjadi warna utama.
Para offroader terlihat saling membantu ketika kendaraan rekannya mengalami kendala. Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas dalam komunitas tetap terjaga meski berada dalam kompetisi yang keras.
Ketua pelaksana, Fikri, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada adu kecepatan. Menurutnya, Offroad Balanyah 2 menjadi sarana membangun mental, keberanian, serta kekompakan tim.
“Medan seperti ini tidak bisa ditaklukkan sendirian. Dibutuhkan kerja sama dan saling bantu. Itu yang menjadi nilai utama dari kegiatan ini,” ujarnya.
Tokoh masyarakat, Drs. Antri Sopen, saat dihubungi awak media, turut menyambut positif kegiatan yang digagas pemuda-pemudi Nagari Saniang Baka tersebut. Ia menilai Offroad Balanyah 2 bukan sekadar ajang hobi, tetapi memiliki nilai strategis dalam membangun karakter generasi muda serta menggerakkan kehidupan sosial masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Di tengah banyaknya pengaruh negatif terhadap generasi muda, kegiatan seperti ini justru menjadi ruang penyaluran energi, melatih keberanian, disiplin, dan kebersamaan. Kita patut mengapresiasi inisiatif anak-anak muda Saniang Baka yang mampu menghadirkan kegiatan besar dan berdampak seperti ini,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, event semacam ini perlu terus didukung dan dikembangkan, karena selain memperkuat solidaritas, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan meningkatnya kunjungan dari luar daerah.
“Kalau dikelola dengan baik dan berkelanjutan, ini bisa menjadi agenda tahunan yang tidak hanya dikenal di Solok, tetapi juga di tingkat regional bahkan nasional,” pungkasnya.
Ia juga menambahkan, pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan suasana pasca Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Tidak hanya antar komunitas offroad, tetapi juga dengan masyarakat yang turut hadir menyaksikan.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerah, yang sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. Kehadiran pengunjung turut menggerakkan aktivitas UMKM di lokasi kegiatan.
Offroad Balanyah 2 di Landok menegaskan bahwa olahraga ekstrem ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah pembentukan karakter. Di tengah medan yang ganas, semangat kebersamaan dan ketangguhan menjadi nilai yang paling menonjol.
TIMMN45











