Merdeka45 News| Padang — Pemerintah Kabupaten Solok terus menggenjot langkah pemulihan pascabencana di berbagai wilayah. Pada Senin, 08 Desember 2025, Bupati Solok Jon Firman Pandu, SH melakukan koordinasi resmi dengan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat guna mempercepat realisasi sejumlah usulan rekonstruksi yang diajukan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Solok turut didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna, serta Direktur Utama PDAM Kabupaten Solok, Febri Fauza. Keduanya hadir untuk memperkuat pembahasan teknis terkait kebutuhan pemulihan infrastruktur pelayanan dasar.
Langkah koordinasi ini dilakukan sebagai upaya strategis memastikan seluruh usulan penanganan pascabencana mendapatkan respons cepat dari pemerintah pusat melalui BPBPK Sumbar. Pemerintah daerah berharap dukungan penuh dapat mempercepat pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
Salah satu hasil positif dari pertemuan ini adalah kepastian diterimanya program rehabilitasi dan rekonstruksi saluran air bersih di kawasan Saniang Baka, Kecamatan Junjung Sirih. Program ini akan didukung anggaran sebesar Rp82 miliar, dan menjadi prioritas untuk segera direalisasikan.
Selain program tersebut, Pemkab Solok juga mengajukan sejumlah usulan tambahan untuk wilayah terdampak lainnya. Usulan ini mencakup kebutuhan perbaikan fasilitas pelayanan publik, sarana air bersih, dan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Jika seluruh usulan lanjutan ini mendapat persetujuan, Kabupaten Solok berpotensi memperoleh total pendanaan hingga Rp200 miliar. Dana tersebut akan difokuskan pada pemulihan menyeluruh di berbagai kecamatan yang membutuhkan penanganan segera.
“InsyaAllah, kami akan terus mengawal proses ini agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Solok,” ujar Bupati Solok, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
TIMMN45











