Merdeka45 News| JAKARTA – Para ulama yang tergabung dalam Pengurus Besar Nahdatul Ulama ( PBNU ), Baru saja mengadakan sebuah pertemuan. dan hasil musyawarah tersebut ditegaskan bahwa tidak ada rencana pemasukan maupun pengunduran diri dari Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab di panggil Gus Yahya, dari jabatan ketua Umum PBNU.
Rapat tersebut di gelar di kantor PBNU, jakarta, pada Minggu (23/11/2025).
khatib Aam, PBNU Ahmad said Asrori, dalam konferensi pers menyampaikan: bahwa seluruh jajaran kepengurusan sepakat untuk menyelesaikan masa khidmah hingga Akhir periode,” Sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode, yang mukhtamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri . semua sepakat begitu, semua gemleng 100 persen ini,” ujarnya
“Dalam kesempatan tersebut, Ahmad menjelaskan bahwa penggantian ketua umum hanya dapat dilakukan melalui Muktamar NU,”
Hal tersebut kata Ahmad, telah di atur dalam anggaran rumah tangga (AD/ART/) PBNU.
“Kalau ada penggantian, itu majelis yang paling tinggi dan terhormat adalah Mukhtamar Nahdlatul ulama. dan itu diatur dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga, dan peraturan perkumpulan,” jelas Ahmad.
“Rapat Alim Ulama PBNU juga menyepakati perlunya mengadakan silaturahmi yang lebih besar dan yang lebih intens antara jajaran PBNU dengan para Kyai. langkah ini penting untuk memperkuat koordinasi, menyamakan pandangan, serta mempererat hubungan antara pimpinan PBNU dan para ulama di berbagai daerah,”
Para alim ulama ingin seluruh jajaran PBNU melakukan renungan atau tafakur demi kebaikan organisasi, masyarakat, dan Indonesia.
“Jadi bagaimana ini kita sudah jadi konsumsi publik ada masalah. tapi ini semua sepakat, ” ujar Ahmad.
“Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya menjelaskan bahwa harian Syuriyah PBNU tidak memiliki legal standing atau kedudukan hukum untuk memberhentikan dirinya dari jabatan ketua Umum. PBNU,”
“Sehingga tidak bisa, misalnya, rapat harian Syuriyah itu memberhentikan siapa pun. memberhentikan pengurus lembaga saja tidak bisa, apalagi mandataris, ” Ujar Gus Yahya.
Berdasarkan hal tersebut, Gus Yahya mengatakan: Bahwa hasil rapat harian itu tidak bisa dieksekusi karena tidak mengikat seluruh jajaran di PBNU.
“Maka apa yang sebagai keputusan rapat harian Syuriyah beberapa hari yang lalu, ya tidak bisa, tidak bisa mengikat, dan tidak akan ada ujungnya,” Ujar Gus Yahya.
Diketahui, Gus Yahya dikursi ketua umum PBNU tengah di terpa isu pencopotan setelah beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU.
Dalam surat yang beredar, rapat harian Syuriyah PBNU di gelar pada kamis ( 20/11/2025 ). Rapat tersebut dihadiri 37 dari 53 orang pengurus Harian Syuriyah.
Rep : Yayan.
Sumber : Dbs











