Merdeka45 News| Jakarta — Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menggegerkan warga di Jalan Jelambar Madya Utara, Gang MKGR, RT 010/008, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (24/12/2025). Insiden tersebut terjadi tepat pada pukul 10.30 WIB.
Pohon tumbang di area lapangan Sekolah MI Arridho dan sempat membuat warga panik karena lokasi tersebut kerap digunakan anak-anak untuk bermain.
Salah seorang warga bernama ibu Nina. mengatakan, suara patahan pohon terdengar cukup keras saat kejadian. “Tepat pukul 10.30 WIB terdengar bunyi patahan pohon yang tumbang di lapangan sekolah. Untungnya tidak mengenai anak-anak, padahal pagi tadi anak-anak sempat bermain di bawah pohon tersebut,” ujar ibu Nina.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini memunculkan sorotan warga terkait lambannya tindak lanjut laporan perampingan pohon yang disebut telah diajukan jauh hari sebelum insiden terjadi.
Saat ditanya wartawan mengenai kedatangan tim perampingan pohon yang baru dilakukan setelah kejadian, warga mempertanyakan apakah sebelumnya tidak ada laporan atau pengajuan resmi. Salah satu warga menyebut, permintaan perampingan pohon telah disampaikan saat kegiatan reses bersama Kevin Wu, namun belum mendapat respons hingga pohon akhirnya tumbang.
Heri, yang mengaku sebagai relawan Kevin Wu dari Partai Solidaritas Indonesia, menjelaskan bahwa laporan warga telah disampaikan melalui jalur lingkungan.
“Kami sudah mengirim laporan lewat Pak RW, tapi tidak tahu informasi ini nyangkut di mana. Padahal Pak RW 008, Pak Tony, sudah dua kali membuat laporan ke pihak terkait, namun sampai sekarang belum ada balasan,” jelas Heri.
Sementara itu, Afif yang mewakili tim perampingan pohon menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan laporan warga. Ia menyebut keterbatasan personel menjadi salah satu kendala.
“Tim kami terbatas, jadi mohon maaf apabila laporan ini baru bisa ditindaklanjuti,” ujar Afif.
Afif juga menjelaskan bahwa persoalan perampingan pohon sempat dibahas dalam rapat reses bersama Kevin Wu. Saat itu, ia mengaku telah menyarankan agar laporan dibuat secara tertulis sebagai dasar tindak lanjut.
“Waktu rapat reses, saya menyarankan agar dibuat laporan tertulis terlebih dahulu. Namun Pak Kevin menanggapi tidak perlu membuat surat lagi karena kita sudah bertemu dan tinggal langsung dikerjakan,” jelasnya.
Selain itu, Afif menambahkan bahwa setelah reses dirinya sempat meminta data pendukung agar laporan bisa segera diproses.
“Saya sudah meminta dikirimkan foto, alamat, dan share location lokasi pohon tersebut supaya saya mudah ke tempatnya. Tapi sampai sekarang belum saya terima, dan saya juga tidak tahu informasi ini akhirnya berhenti di mana,” tambah Afif.
Menutup keterangannya, Afif menegaskan bahwa permasalahan ini kemungkinan besar dipicu oleh kurangnya koordinasi antar pihak.
“Intinya mungkin terjadi miskomunikasi, sehingga permasalahan ini akhirnya berkembang seperti sekarang,” kata Afif.
Warga berharap kejadian pohon tumbang ini menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pihak terkait agar laporan masyarakat, khususnya yang menyangkut keselamatan lingkungan dan anak-anak, dapat ditindaklanjuti lebih cepat dan tidak terhambat oleh persoalan komunikasi.
Rep : Yayan.











