Merdeka45 News| Sumatera Barat, Kabupaten Solok — Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut langsung kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., MM di Posko Utama.
Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Solok, Koto Baru, Sabtu (20/12/2025).
Kunjungan Kepala BNPB tersebut menegaskan kehadiran dan komitmen penuh Pemerintah Pusat dalam mendukung penanganan bencana serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si., M.Kos., jajaran deputi dan pejabat eselon BNPB, Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat Dr. Ir. Era Sukma Munaf, ST., MM., MT., unsur Forkopimda, Sekda Kabupaten Solok Medison, S.Sos., M.Si., serta jajaran OPD dan camat se-Kabupaten Solok.
Bupati Jon Firman Pandu dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan terbesar pascabencana saat ini adalah tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Dari 14 kecamatan di Kabupaten Solok, sebanyak 9 kecamatan terdampak langsung dan 3 di antaranya mengalami kerusakan cukup parah.
Ia mengungkapkan, total kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Untuk menjaga konektivitas wilayah, dua jembatan Bailey telah difungsikan melalui kerja sama dengan TNI, sementara distribusi logistik ke wilayah terdampak dipastikan berjalan lancar dan merata.
Bupati Solok juga mengingatkan potensi ancaman bencana lanjutan, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, serta kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas Sesar Sumani yang sempat memicu gempa berkekuatan sekitar 4,9 SR menjadi perhatian serius untuk meningkatkan kewaspadaan bersama.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan bahwa BNPB hadir sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam penanganan bencana.
Ia menegaskan BNPB tidak hanya membawa bantuan, tetapi memastikan seluruh persoalan masyarakat terdampak dapat diselesaikan hingga tahap pemulihan.
Selain dukungan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat, BNPB juga menyiapkan hunian sementara serta dana tunggu hunian bagi warga terdampak hingga hunian tetap selesai dibangun. Kegiatan ditutup dengan dialog bersama masyarakat serta penyerahan bantuan sembako dan alat ibadah sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.
TIMMN45











